Gotong royong adalah sesuatu pekerjaan yang dikerjakan beramai-ramai baik itu dibayar atau secara sukarela.
Seingat saya kalau dulu sangat sering tiap hari Minggu atau hari libur ada panggilan untuk gotong royong.
Kenapa sekarang itu lambat laun hilang karena ego masing-masing perorangan merasa lebih hebat dan terhormat dari orang lain/tetangganya sendiri.
Coba kalau pemerintah setempat mengalakkan lagi gotong royong dari tingkat terendah (RT) sampai tingkat yang lebih tinggi, untuk contoh : Pembersihan pembuangan (parit) disekitar RT.
Dengan gotong royong selain pekerjaan terasa lebih ringan karena dikerjakan bersama-sama juga akan terjalin tali silahturahmi dan kebersamaan antar tetangga/masyarakat karena bercampur menjadi satu untuk satu tujuan.
Semoga gotong royong jangan sampai hilang karena merupakan satu sifat dasar untuk saling membantu yang sangat bagus untuk dipertahankan.
Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/429/
Read More......
Friday, November 13, 2009
KOPERASI usaha bersama
Kita sudah mengenal kata KOPERASI sejak dulu dari zamannya Bung Hatta, tetapi kita lihat sekarang di desa-desa apalagi di kota-kota KOPERASI sudah terlihat sepi bahkan bisa dikatakan mati suri.
Apabila di desa masih ada yang namanya KUD dan dikota ada juga namanya KOPERASI Sekolah, kenapa KOPERASI tidak dimajukan/digalakkan dengan sebenar-benarnnya baik itu didesa, kota, sekolah ataupun lingkungan-lingkungan lain karena prinsip KOPERASI sangatlah menguntungkan anggota dan pengurusnya sendiri.
KOPERASI bisa berjalan dengan semestinya sesuai dengan harapan kita apabila:
Contoh dukungan dari anggota & pengurus:
Semoga KOPERASI tetap ada karena hanya KOPERASI yang merupakan usaha bersama dan prinsipnya mensejahterahkan anggota bukan perorangan atau kelompok
Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/427/ Read More......
Apabila di desa masih ada yang namanya KUD dan dikota ada juga namanya KOPERASI Sekolah, kenapa KOPERASI tidak dimajukan/digalakkan dengan sebenar-benarnnya baik itu didesa, kota, sekolah ataupun lingkungan-lingkungan lain karena prinsip KOPERASI sangatlah menguntungkan anggota dan pengurusnya sendiri.
KOPERASI bisa berjalan dengan semestinya sesuai dengan harapan kita apabila:
- Manajeman yang bagus dan tranparansi didalam kepengurusan dan kepengawasan
- Mempunyai lebih dari 1 mata usaha selain Simpan Pinjam
- Konsentrasi sepenuhnya pada satu mata usaha utama dengan tidak meninggalkan semua mata usaha yang lain (jika ada)
- Dukungan sepenuhnya dari anggota dan pengurus
Contoh dukungan dari anggota & pengurus:
- Memasukkan MODAL/Simpanan dengan teratur
- Apabila salah satu usaha adalah WASERDA maka sedapat-dapatnya berbelanja di WASERDA KOPERASI
- Apabila ada pembelian secara kredit sedapat-dapatnya menghubungi koperasi terlebih dahulu untuk menjadi leasing nya.
- Percaya dan memilih dengan benar pengurus yang akan diberi wewenang dan tanggung jawab
Semoga KOPERASI tetap ada karena hanya KOPERASI yang merupakan usaha bersama dan prinsipnya mensejahterahkan anggota bukan perorangan atau kelompok
Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/427/ Read More......
Labels:
Live Borderless
Monday, November 9, 2009
Pendidikan yang semakin Mahal
Sekolah sekarang didengungkan Pemerintah dengan Sekolah Gratis dan ingin Pendidikan yang berkwalitas dengan berbagi test kebali apabila ingin masuk sekolah berkwalitas tapi sayang menurut saya itu semua menjadi celah membuat Pendidikan menjadi mahal karena kurangnya pengawasan, sosialisasi, koordinasi dan tidak transparan dari Pihak terkait. Hanya iklan-iklan saja dengan sosialisasi yang buruk.
Seharusnya celah-celah yang membuat Pendidikan menjadi mahal itu segera diatasi dengan memantapkan pengawasan, sosialisasi, koordinasi dan tidak transparan dari Pihak terkait tersebut.
Contoh Celah-celah tersebut:
Hal itu bisa sedikit tertutupi biayanya apabila:
Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/405/ Read More......
Seharusnya celah-celah yang membuat Pendidikan menjadi mahal itu segera diatasi dengan memantapkan pengawasan, sosialisasi, koordinasi dan tidak transparan dari Pihak terkait tersebut.
Contoh Celah-celah tersebut:
- Biaya Buku semakin hari semakin mahal dan belum tentu buku itu digunakan maksimal dalam kurikulum dan harus dibeli.
- Pendaftaran sekolah lanjutan yang memakai test yang membuat aparat terkait banyak yang nakal dengan menerima tanda terima kasih dari para orang tua yang berlomba-lomba memberikan itu apabila meluluskan anaknya walaupun sebenarnya tidak layak masuk kesana.
- Kurangnya koordinasi untuk bea siswa
Hal itu bisa sedikit tertutupi biayanya apabila:
- Memaksimalkan fungsi perpustakaan dan kurikulum yang jelas dari aparat untuk semua sekolah dan apabila sekolah tersebut memang ada tambahan kurikulum harus atas persetujuan dari aparat terkait.
- Ujian dari sekolah memang diakui keabsahannya dan untuk ke sekolah lanjutan cukup dengan Rayon semestinya tidak perlu test lagi karena memang ujian akhir itulah tolak ukurnya.
- Bea Siswa harus jujur dan ke semua orang tidak melihat statusnya (orang kaya atau miskin atau anak pejabat atau bukan)
Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/405/ Read More......
Labels:
Live Borderless
Sunday, November 8, 2009
Kembali ke Desa/Pedalaman
Sekarang ini dikota-kota dan khususnya kota besar kepadatan penduduk sudah sangat banyak dan tingkat penggangguran juga relatif sangat banyak tidak sesuai lagi dengan kesempatan kerja yang ada.
Kenapa tidak digalakkan lagi yang namanya "Transmigrasi" seperti dahulu tetapi dengan penanggulangan yang bersih dan tertib dari Pemerintah.
Semua lapisan penduduk didata (termasuk juga gelandangan dan pengemis) umur, pekerjaan, dan tingkat pendidikannya.
Dari sana kita bisa mengambil suatu keputusan untuk menyebar orang-orang tersebut yang bisa dikatakan tingkat ekonominya rendah dan susah untuk berharap hidup dikota.
Tetapi semua itu tidak terlepas dari sosialisasi yang sabar dan berkelanjutan dari pihak yang terkait.
Pertama, kita harus sosialisasi dulu dikota dimana orang-orang itu tinggal dan harus ditinggalkan dengan fakta bahwa kehidupan didesa/dipedalaman akan lebih baik dan Pihak terkait harus bertanggung jawab memantau terus kemajuan dari orang-orang tersebut.
Kedua, sosialisasi didesa/pedalaman tempat bakal hijrah orang-orang kota tersebut yang sudah dibekali dengan pengertian yang tinggi.
Ketiga, sosialisasi dengan dengan PEMDA dan perusahaan swasta yang bakal dan sudah ada untuk investasi didaerah tersebut, bahwasannya memang orang-orang tersebut di pindahkan disana dan mendapat jatah tanah yang akan digarap dan meminta supaya orang-orang yang baru dan sudah lama disana untuk diberdayakan baik dari manusianya ataupun dari propertinya (tanahnya) dengan ketentuan yang berlaku dari Perusahaan tersebut dan PEMDA setempat.
Khusus untuk investor/Perusahaan yang masuk apabila itu perkebunan, ada baiknya apabila mensejahterahkan orang-orang desa atau sekitarnya dengan pola Perkebunan Rakyat juga memperhatikan kesejahteraan Karyawannya sendiri dengan menjatah tanah yang dibebaskan tersebut untuk Karyawannya karena tidak terlepas dari karyawan yang berasal dari kota setidak-tidaknya apabila sudah tidak bekerja lagi (pensiun atau pindah) mempunyai lahan didesa/pedalaman dan kemungkinan bisa pidah kesana juga.
Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/388/ Read More......
Kenapa tidak digalakkan lagi yang namanya "Transmigrasi" seperti dahulu tetapi dengan penanggulangan yang bersih dan tertib dari Pemerintah.
Semua lapisan penduduk didata (termasuk juga gelandangan dan pengemis) umur, pekerjaan, dan tingkat pendidikannya.
Dari sana kita bisa mengambil suatu keputusan untuk menyebar orang-orang tersebut yang bisa dikatakan tingkat ekonominya rendah dan susah untuk berharap hidup dikota.
Tetapi semua itu tidak terlepas dari sosialisasi yang sabar dan berkelanjutan dari pihak yang terkait.
Pertama, kita harus sosialisasi dulu dikota dimana orang-orang itu tinggal dan harus ditinggalkan dengan fakta bahwa kehidupan didesa/dipedalaman akan lebih baik dan Pihak terkait harus bertanggung jawab memantau terus kemajuan dari orang-orang tersebut.
Kedua, sosialisasi didesa/pedalaman tempat bakal hijrah orang-orang kota tersebut yang sudah dibekali dengan pengertian yang tinggi.
Ketiga, sosialisasi dengan dengan PEMDA dan perusahaan swasta yang bakal dan sudah ada untuk investasi didaerah tersebut, bahwasannya memang orang-orang tersebut di pindahkan disana dan mendapat jatah tanah yang akan digarap dan meminta supaya orang-orang yang baru dan sudah lama disana untuk diberdayakan baik dari manusianya ataupun dari propertinya (tanahnya) dengan ketentuan yang berlaku dari Perusahaan tersebut dan PEMDA setempat.
Khusus untuk investor/Perusahaan yang masuk apabila itu perkebunan, ada baiknya apabila mensejahterahkan orang-orang desa atau sekitarnya dengan pola Perkebunan Rakyat juga memperhatikan kesejahteraan Karyawannya sendiri dengan menjatah tanah yang dibebaskan tersebut untuk Karyawannya karena tidak terlepas dari karyawan yang berasal dari kota setidak-tidaknya apabila sudah tidak bekerja lagi (pensiun atau pindah) mempunyai lahan didesa/pedalaman dan kemungkinan bisa pidah kesana juga.
Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/388/ Read More......
Labels:
Live Borderless
Friday, November 6, 2009
Pendidikan Budi Pekerti
Pada saat ini tingkah laku manusia umumnya dan khususnya di Indonesia semakin tidak bisa dikendalikan, itu semua terjadi karena budi pekerti yang buruk yang sudah melekat dan tertanam dijiwa mereka.
Padahal seingat saya dulu kita masih mempunyai pelajaran yang namanya "Budi Pekerti" dan juga pelajaran "Agama" tentunya. Kenapa sekarang pelajaran yang sangat penting untuk pondasi moral kita justru dihilangkan karena tuntutan ilmu pengetahuan yang semakin tinggi. Padahal dengan ilmu yang tinggi dan moral rendah malah akan menghancurkan secara tidak langsung dampaknya pada manusia dan lingkungannya sendiri.
Alangkah baiknya apabilan pelajaran "Budi Pekerti" (moral) itu di hidupkan kembali dan juga jangan dikesampingkan tatanan hidaup dirumah juga sangat mempengaruhi budi pekerti anak/seseorang.
Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/372/ Read More......
Padahal seingat saya dulu kita masih mempunyai pelajaran yang namanya "Budi Pekerti" dan juga pelajaran "Agama" tentunya. Kenapa sekarang pelajaran yang sangat penting untuk pondasi moral kita justru dihilangkan karena tuntutan ilmu pengetahuan yang semakin tinggi. Padahal dengan ilmu yang tinggi dan moral rendah malah akan menghancurkan secara tidak langsung dampaknya pada manusia dan lingkungannya sendiri.
Alangkah baiknya apabilan pelajaran "Budi Pekerti" (moral) itu di hidupkan kembali dan juga jangan dikesampingkan tatanan hidaup dirumah juga sangat mempengaruhi budi pekerti anak/seseorang.
Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/372/ Read More......
Labels:
Live Borderless
Wednesday, November 4, 2009
Harga Standard Barang di Pasar Modern dan Tradisional
Sekarang sudah banyak Pasar Modern yang namanya Supermarket atau HyperMart tetapi jangan kesampingkan yang namanya Pasar Tradisional tetapi ada sedikit permasalahan yaitu standar harga yang di Pasar Tradisional dan Pasar Modern kadang-kadang jauh berbeda, kemungkinan itu dari sumber barang atau hal lainnya.
Kenapa Pemerintah tidak mengeluarkan satu sumber daftar harga standard yang bisa kita lihat sebelum berbelanja sebagai acuan harga baik itu dari Pasar Modern atau Pasar Tradisional, paling tidak seminggu sekali.
Itu paling tidak berguna untuk 3 hal dan selebihnya mungkin nanti ada saj gunanya:
Kenapa Pemerintah tidak mengeluarkan satu sumber daftar harga standard yang bisa kita lihat sebelum berbelanja sebagai acuan harga baik itu dari Pasar Modern atau Pasar Tradisional, paling tidak seminggu sekali.
Itu paling tidak berguna untuk 3 hal dan selebihnya mungkin nanti ada saj gunanya:
- Lebih memudahkan konsumen dalam mengatur apa yang mau dibelajakan sesuai dengan anggaran mereka
- Konsumen atau Pemerintah bisa mengetahui bila ada lonjakan Harga yang tidak semestinya di salah satu pasar bila ada penjual yang jauh melebihi harga standard.
- Bisa menjadi acuan Pemerintah dalam mengambil sikap berkenaan dengan daya beli masyarakat bila harga-harga sudah melambung tinggi dari harga-harga standard sebelumnya.
Labels:
Live Borderless
Hari Berpakaian Sopan
Di era modernisasi ini bukan hanya teknologi saja yang lebih maju tetapi dalam segala hal, tetapi ada yang perlu diperhatika secara serius yaitu cara berpakaian warga Indonesia sudah mulai berubah dengan menyesuaikan budaya Barat tanpa mengindahkan lagi Budaya Indonesia yang kultur adat istiadat dan sopan santun nya ke Timuran dan masih berbasis agama.
Alangkah sayangya kalau budaya sopan santun dalam berpakaian hilang begitu saja, karena kalau kita lihat dari beberapa segi khususnya untuk wanita, cara berpakaian yang terbuka (bisa dikatakan begitu) bisa banyak menyebabkan dampak yang lumaya serius, contohnya: meningkatnya tingkat pelecehan sexsual.
Coba Kalau di buat dan disosialisaiskan dalam satu Minggu/satu Bulan ada satu hari yang diharuskan berpakain secara sopan berdasar azas-azas kesusilaan yang benar seperti contohnya dibudayakannya berbaju batik tiap hari Jum'at oleh Instansi-instansi terkait.
Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/307/ Read More......
Alangkah sayangya kalau budaya sopan santun dalam berpakaian hilang begitu saja, karena kalau kita lihat dari beberapa segi khususnya untuk wanita, cara berpakaian yang terbuka (bisa dikatakan begitu) bisa banyak menyebabkan dampak yang lumaya serius, contohnya: meningkatnya tingkat pelecehan sexsual.
Coba Kalau di buat dan disosialisaiskan dalam satu Minggu/satu Bulan ada satu hari yang diharuskan berpakain secara sopan berdasar azas-azas kesusilaan yang benar seperti contohnya dibudayakannya berbaju batik tiap hari Jum'at oleh Instansi-instansi terkait.
Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/307/ Read More......
Labels:
Live Borderless
Mencari Anak Yang Pintar
Sebenarnya di Indonesia begitu banyaknya anak-anak yang pintar, tetapi mungkin karena tidak ada biaya atau hal lain maka kepintaran mereka menjadi jalan ditempat dan tidak bisa dikembangkan lagi.
Kenapa Pemerintah tidak membuka mata mengenai hal itu dengan mengadakan satu kegiatan tahunan yang bersih dan jujur dengan bermacam test untuk setiap anak sekolah dinegeri ini baik itu miskin atau kaya. Apabila masuk dalam kriteria yang bisa diperhitungkan, kenapa Pemerintah tidak langsung menhadle anak tersebut dan terus dibiayai dan dipantau kemajuannya yang kemudian bisa menjadi Sumber Daya Manusia yang benar-benar mumpuni.
Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/294/ Read More......
Kenapa Pemerintah tidak membuka mata mengenai hal itu dengan mengadakan satu kegiatan tahunan yang bersih dan jujur dengan bermacam test untuk setiap anak sekolah dinegeri ini baik itu miskin atau kaya. Apabila masuk dalam kriteria yang bisa diperhitungkan, kenapa Pemerintah tidak langsung menhadle anak tersebut dan terus dibiayai dan dipantau kemajuannya yang kemudian bisa menjadi Sumber Daya Manusia yang benar-benar mumpuni.
Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/294/ Read More......
Labels:
Live Borderless
Pemberdayaan Telepon Umum
Sekarang memang sudah maju dan mungkin semua orang mempunyai Ponsel/HP, tetapi tidak semua HP tersebut ada pulsanya, nah?
Seingat saya dulu masih banyak dan mudah ditemukan Telepon Umum tapi sekarang sudah menjadi barang langka atau mungkin mau disingkirkan ?
Tetapi menurut saya telepon umum perlu diberdayakan lagi dititik-titik kota karena fungsinya bisa dimaksimalkan bukan hanya untuk telepon antar keluarga dan hanya memakai koin.
Telepon Umum itu bisa dimaksimalkan:
Seingat saya dulu masih banyak dan mudah ditemukan Telepon Umum tapi sekarang sudah menjadi barang langka atau mungkin mau disingkirkan ?
Tetapi menurut saya telepon umum perlu diberdayakan lagi dititik-titik kota karena fungsinya bisa dimaksimalkan bukan hanya untuk telepon antar keluarga dan hanya memakai koin.
Telepon Umum itu bisa dimaksimalkan:
- Bisa di Publish no.telepon tersebut untuk menerima telepon dari luar dan bisa diketahui area telepon tersebut tersebut.
- Bisa membantu apabila ada orang tersesat dengan menekan tombol tertentu dan bisa memberikan keterangan area telepon umum tersebut.
- Telepon umum bisa menerima pembayaran pulsa melalui debit dengan menekan kombinasi tombol dan dipandu mesin secara otomatis tanpa uang receh.
- Bisa Transaksi Pembelian pulsa dengan memakai Kartu Debit atau Kartu Kredit
Labels:
Live Borderless
Tabungan anak di Sekolah
Di Sekolah-sekolah khususnya Sekolah Dasar, kalau saya lihat ada beberapa yang mengalakkan tabungan untuk anak murid yang di motori oleh wali kelasnya masing-masing.
Kenapa hal itu tidak dilakukan atau menjadi hal yang dianjurkan dan diawasi langsung oleh Sekolah masing-masing dan Departemen Pendidikann.
Karena dengan dibiasakan menabung merupakan pola hidup yang bagus untuk kedepannya. Lagipula dengan tabungan tersebut selain bisa membelanjakan untuk kemauan anak itu sendiri bisa juga untuk membantu biaya sekolah mereka sendiri.
Tabungan tersebut bukan diwajibkan tetapi dianjurkan karena masih sebagian dari masyarakat kita banyak yang tidak mampu dan ada juga orang tuanya yang belum mengerti.
Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/253/ Read More......
Kenapa hal itu tidak dilakukan atau menjadi hal yang dianjurkan dan diawasi langsung oleh Sekolah masing-masing dan Departemen Pendidikann.
Karena dengan dibiasakan menabung merupakan pola hidup yang bagus untuk kedepannya. Lagipula dengan tabungan tersebut selain bisa membelanjakan untuk kemauan anak itu sendiri bisa juga untuk membantu biaya sekolah mereka sendiri.
Tabungan tersebut bukan diwajibkan tetapi dianjurkan karena masih sebagian dari masyarakat kita banyak yang tidak mampu dan ada juga orang tuanya yang belum mengerti.
Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/253/ Read More......
Labels:
Live Borderless
Siskamling yang mulai hilang
Saat ini keamanan di wilayah-wilayah daerah di perkotaan sudah bisa dibilang tidak aman. Sedangkan di wilayah desa/perkampungan bisa dikatakan aman.
Kenapa itu bisa terjadi ? Karena budaya kota yang sudah sangat egois dengan kepentingan masing-masing dan terlupakan untuk bermasyarakat.
Padahal untuk masalah keamanan kan sudah dari sejak dulu ada yang namanya SISKAMLING (sistim keamanan keliling) yang dilakukan oleh masyarakat wilayah itu sendiri secara bergilir/bergantian tanpa mengecilkan peran seorang SATPAM yang ada (apabila di komplek-komplek besar).
Kalau itu ditertibkan lagi tanpa ada sistem sewa orang (membayar orang lain untuk menggatikan) akan terbentuk suasana aman, tentram dan yang pasti akan menjadikan masyarakat disekitar jadi lebih akrab dan saling mengenal.
Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/232/ Read More......
Kenapa itu bisa terjadi ? Karena budaya kota yang sudah sangat egois dengan kepentingan masing-masing dan terlupakan untuk bermasyarakat.
Padahal untuk masalah keamanan kan sudah dari sejak dulu ada yang namanya SISKAMLING (sistim keamanan keliling) yang dilakukan oleh masyarakat wilayah itu sendiri secara bergilir/bergantian tanpa mengecilkan peran seorang SATPAM yang ada (apabila di komplek-komplek besar).
Kalau itu ditertibkan lagi tanpa ada sistem sewa orang (membayar orang lain untuk menggatikan) akan terbentuk suasana aman, tentram dan yang pasti akan menjadikan masyarakat disekitar jadi lebih akrab dan saling mengenal.
Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/232/ Read More......
Labels:
Live Borderless
Pasar Jajanan
Dikota biasanya banyak jajanan macam-macam bentuknya, tetapi di kota itu sendiri juga biasanya masih belum ada pusat jajanan yang terkumpul disatu area.
Coba bayangkan kalau pusat jajanan dikumpul disatu areal yang luas + taman hiburan, apalagi kalau kota tersebut di Pinggir Pantai atau ada sungai yang membelahnya, bisa dimanfaatkan untuk rekreasi dan bersantai untuk keluarga.
Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/202/ Read More......
Coba bayangkan kalau pusat jajanan dikumpul disatu areal yang luas + taman hiburan, apalagi kalau kota tersebut di Pinggir Pantai atau ada sungai yang membelahnya, bisa dimanfaatkan untuk rekreasi dan bersantai untuk keluarga.
Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/202/ Read More......
Labels:
Live Borderless
Jalur untuk Sepeda
Sekarang kita lagi kena dampak krisis energi, ada salah satu pengurangan pemakaian bahan bakar minyak tersebut yaitu dengan cara menggalakkan kendaraan sepeda. Tetapi ada satu hal yang agak merepotkan yaitu pada jalan raya kita tidak mendukung untuk bersepeda.
Coba kalau ada jalur khusus untuk sepeda atau yang semacamnya yang tidak memakai bahan bakar dan diberi sanksi keras bagi pengendara yang memakai bahan bakar memasuki area itu ataupun pedagang-pedagang kaki lima yang memakai area itu.
Coba kalau 25% aja dikota2 besar sudah memakai sepeda untuk keperluannya, berapa besar bahan bakar yang dihemat? dan berapa banyak jumlah pengurangan polusi udara yang dikurangi?
Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/175/ Read More......
Coba kalau ada jalur khusus untuk sepeda atau yang semacamnya yang tidak memakai bahan bakar dan diberi sanksi keras bagi pengendara yang memakai bahan bakar memasuki area itu ataupun pedagang-pedagang kaki lima yang memakai area itu.
Coba kalau 25% aja dikota2 besar sudah memakai sepeda untuk keperluannya, berapa besar bahan bakar yang dihemat? dan berapa banyak jumlah pengurangan polusi udara yang dikurangi?
Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/175/ Read More......
Labels:
Live Borderless
Mata Pelajaran Seni & Budaya
Mata pelajaran untuk anak-anak disekolah sekarang semakin berkembang dan banyak perubahan dari waktu ke waktu bukan seperti kita dulu.
Tetapi sepertinya ada yang terlupakan yaitu Kesenian dan Budaya Daerah masing-masing di mana tempat sekolah itu berdiri.
Dengan banyaknya kesenian dan budaya daerah kita pada daerah sekolah masing-masing ada baiknya mata Pelajaran itu di pelajari ulang kembali dengan mengkedepankan terlebih dahulu seni dan budaya daerah tempat sekolah itu berdiri baru kesenian dan budaya yang lainnya di Indonesia.
Dengan adanya Mata Pelajaran ini maka generasi penerus kita tida akan kehilangan informasi akn seni dan budaya daerah mereka sendiri
Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/143/ Read More......
Tetapi sepertinya ada yang terlupakan yaitu Kesenian dan Budaya Daerah masing-masing di mana tempat sekolah itu berdiri.
Dengan banyaknya kesenian dan budaya daerah kita pada daerah sekolah masing-masing ada baiknya mata Pelajaran itu di pelajari ulang kembali dengan mengkedepankan terlebih dahulu seni dan budaya daerah tempat sekolah itu berdiri baru kesenian dan budaya yang lainnya di Indonesia.
Dengan adanya Mata Pelajaran ini maka generasi penerus kita tida akan kehilangan informasi akn seni dan budaya daerah mereka sendiri
Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/143/ Read More......
Labels:
Live Borderless
Saluran Bawah Tanah
Sekarang ini tiap kota besar masih ada tiang-tiang listrik, tiang telepon dan galian-galian PAM atau telepon pada badan-badan jalan utama.
Itu sangat merugikan pengguna jalan ataupun pembuat jalan juga sangat tidak sedap dipandang mata.
Coba Kalau kita buat/punya satu saluran khusus dibawah tanah ataupun dibawah jalan utama yang fungsinya untuk kabel, listrik, telepon, saluran air bersih, Pipa gas dan saluran pembuangan air kesungai atau ke pembuangan selanjutnya.
Memang dalam proses pembuatannya sangat butuh perencanaan yang matang, baik dari infrastuktur, biaya dan sosial masyarakatnya. Tetapi bila itu terlaksana banyak juga keutungannya:
Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/130/ Read More......
Itu sangat merugikan pengguna jalan ataupun pembuat jalan juga sangat tidak sedap dipandang mata.
Coba Kalau kita buat/punya satu saluran khusus dibawah tanah ataupun dibawah jalan utama yang fungsinya untuk kabel, listrik, telepon, saluran air bersih, Pipa gas dan saluran pembuangan air kesungai atau ke pembuangan selanjutnya.
Memang dalam proses pembuatannya sangat butuh perencanaan yang matang, baik dari infrastuktur, biaya dan sosial masyarakatnya. Tetapi bila itu terlaksana banyak juga keutungannya:
- Tidak akan terjadi banjir karena pembuangan sudah melalui gorong-gorong yang benar dibawah tanah.
- Kota akan semakin Indah dengan tidak adanya carut marut kabel.
- Pengalokasian/perbaikan struktur dari PLN, PAM, GAS, TELKOM akan lebih mudah dan tidak akan merusak badan jalan.
Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/130/ Read More......
Labels:
Live Borderless
Koran Digital
Dimasa sekarang kan koran-koran dan Tabloid-tabloid juga majalah-majalh sudah sangat banyak dan edisinya pun sudah sampai ribuan. Apabila kita ada kepentingan untuk mencari artikel-artikel yang lama di koran/tabloid/majalah edisi yang lama kita bingung mencarinya. Nah kalau kita lihat di luar negeri mereka ada satu tempat dimana kita bisa mencari artikel-artikel lama tersebut dengan mesin pencari yang canggih sedangkan ditempat kita belum ada, coba dibuat satu sentralisasi data untuk hal-hal tersebut, buka cuma koran/tabloid/majalah juga buku-buku edisi yang lama-lama kita dapat baca kembali dan ambil informasinya kembali.
Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/108/ Read More......
Link : http://www.live-borderless.com/ideaview/108/ Read More......
Labels:
Live Borderless
Kartu Chip untuk Pembayaran Jasa di Tempat-tempat Umum
Pada saat ini sudah semakin banyak fasilitas-fasilitas jasa yang bekerja sama dengan PEMDA setempat dan merupakan komponen pendapatan daerah tersebut, seperti parkir umum dan masuk tempat-tempat hiburan atau rekreasi.
Alangkah bagusnya jikalau hal-hal semacam itu lebih di tertibkan lagi oleh PEMDA dengan bekerja sama dengan pihak ketiga yang berkepentingan dengan membuat sebuah Kartu Chip dengan ID unik per orang atau per KK untuk dapat dipakai pada transaksi-transaksi yang telah ditandai di fasilitas-fasiltas umum tersebut dan pembayaran dilakukan perbulan sesuai dengan pemakaian dari Kartu tersebut seperti pembayaran pada PAM, PLN dan TELKOM.
Dengan adanya kartu tersebut berbagai kemudahan akan didapat:
Alangkah bagusnya jikalau hal-hal semacam itu lebih di tertibkan lagi oleh PEMDA dengan bekerja sama dengan pihak ketiga yang berkepentingan dengan membuat sebuah Kartu Chip dengan ID unik per orang atau per KK untuk dapat dipakai pada transaksi-transaksi yang telah ditandai di fasilitas-fasiltas umum tersebut dan pembayaran dilakukan perbulan sesuai dengan pemakaian dari Kartu tersebut seperti pembayaran pada PAM, PLN dan TELKOM.
Dengan adanya kartu tersebut berbagai kemudahan akan didapat:
- Lebih nyaman penggunaanya dan menambah Pendapatan daerah dan meminimalkan korupsi
- Mempermudah si pengguna dan penjaga loket tanpa harus menyiapkan uang kecil untuk pembayaran ataupun pengembalian
- Bisa dimaksimalkan kartu tersebut untuk kepentingan-kepetingan lain lagi yang berhubungan dengan transaksi yang di naungi PEMDA dan bisa dimaksimalkan juga ruang lingkupnya menjadi lintas daerah / nasional bukan hanya untuk daerah tersebut dengan kinerja yang lebih baik lagi
Labels:
Live Borderless
Subscribe to:
Comments (Atom)



